Sumenep, Aspirasi.net — Dedikasi selama 12 tahun menjadi bagian dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk Cabang Sumenep mengantarkan Moh. Tarsan memiliki pengalaman berharga dalam mendampingi dan membantu mengembangkan usaha masyarakat di Kecamatan Arjasa.
Sebagai mantri di BRI Unit Kangean, Tarsan tidak hanya menyalurkan pembiayaan. Akan tetapi juga turut mendorong usaha para nasabah agar semakin berkembang melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Tarsan mengungkapkan, dirinya mulai bergabung dengan BRI Unit Kangean sebelum 2014 dengan menempati posisi sebagai customer service (CS).
Namun, pada 2014, dia memutuskan beralih menjadi mantri karena lebih menyukai pekerjaan yang mengharuskannya terjun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Pada 2014 saya memutuskan untuk berhenti jadi CS dan memilih menjadi mantri. Saya lebih senang menjadi mantri karena kerja di lapangan, bertemu dengan banyak tipe dan karakter orang serta bisa membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan,” ucapnya, Sabtu (7/11/2026).
Selama menjalani profesinya, Tarsan mengaku mendapatkan kepuasan tersendiri ketika melihat usaha nasabah yang sebelumnya kecil mampu tumbuh dan berkembang setelah mendapatkan tambahan modal dari BRI.
Menurutnya, keberadaan program KUR menjadi salah satu upaya untuk membantu pelaku usaha mendapatkan akses permodalan sehingga dapat meningkatkan kapasitas bisnisnya.
“Dengan adanya pinjaman atau tambahan modal dari BRI, khususnya KUR, nasabah bisa mengembangkan usahanya hingga naik kelas,” imbuhnya.
Salah satu nasabah yang merasakan manfaat pembiayaan tersebut adalah Mahrus Rozi bersama istrinya.
Keduanya menjalankan usaha berbeda, yakni bengkel dan toko peracangan di wilayah Kangean.
Tarsan menceritakan, sebelum mendapatkan tambahan modal KUR sebesar Rp40 juta pada 2023, usaha Mahrus masih tergolong kecil. Bahkan, bangunan tempat usahanya saat itu masih bersifat semipermanen.
Namun, seiring berkembangnya usaha, kondisi keduanya kini semakin baik. Tempat usaha yang sebelumnya sederhana telah berubah menjadi bangunan permanen dengan skala usaha yang lebih besar.
“Pak Mahrus punya usaha bengkel, sedangkan istrinya punya toko peracangan. Sebelum pinjam modal ke BRI Rp40 juta pada 2023, usahanya kecil dan bangunannya semipermanen. Sekarang, usahanya sudah semakin maju dan besar hingga punya tempat permanen,” paparnya.
Perkembangan tersebut juga tercermin dari kemampuan Mahrus dalam menyelesaikan kewajiban kreditnya.
Pada 2026, dia telah melunasi pinjaman KUR sebesar Rp40 juta dan berencana kembali mengajukan pembiayaan dengan nominal Rp64 juta.
Tarsan mengatakan, pengajuan pembiayaan lanjutan tersebut telah melalui proses survei dan penilaian terhadap perkembangan usaha nasabah.
“Setelah kami survei, usaha Pak Mahrus sudah maju dan berkembang. Karena itu, pengajuan KUR Pak Mahrus kami ACC,” pungkasnya.
Bagi Tarsan, keberhasilan nasabah mengembangkan usaha menjadi salah satu kebahagiaan tersendiri selama mengabdikan diri di BRI.
Dia berharap, dukungan permodalan melalui KUR dapat terus membantu pelaku usaha di wilayah Kangean meningkatkan skala bisnis dan kesejahteraan keluarganya.





