Sampang, Aspirasi.net — Seorang anak asal Dusun Paneneran, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah Ahmad Badrus Sholeh Alfaqih (11) tewas usai terbawa arus ombak di pantai Tajungan, Dusun Cangak, desa setempat, Minggu (10/5/2026) siang.
Sebelum meninggal, kedua teman korban berusaha menolong dengan cara memegang kedua tangan korban. Namun, usaha itu gagal dan membuat korban tidak tertolong.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Mohammad Hozin menceritakan, korban mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) beserta kedua temannya.
“Korban dan kedua temannya bermain dan mandi di area TKP setelah berolahraga sekitar pukul 06.00 WIB,” ungkapnya, Minggu (10/5/2026).
Pantauan ombak di lokasi, lanjut Hozin, relatif tinggi dan kuat. Sehingga, arus ombak menyapu korban hingga ke tengah.
“Kejadian itu diketahui oleh kedua temannya dan ditolong dengan cara memegang tangan korban. Namun, karena kuatnya arus dan ombak, pegangan tersebut tidak mampu dipertahankan sehingga korban terlepas dan terbawa ombak hingga hilang dari pantauan,” katanya.
Kedua teman korban berupaya menyelamatkan diri, menjauh dari TKP dan melaporkan kejadian nahas tersebut kepada warga setempat.
Kemudian, lanjut Hozin, warga setempat melaporkan tragedi tersebut ke BPBD Sampang.
“Dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB kami melakukan pencairan, namun korban belum ditemukan. Kami mengambil waktu sejenak untuk istirahat. Saat hendak kembali korban sudah ditemukan warga setempat di TKP sudah meninggal dunia sekitar pukul 12.35 WIB,” jelasnya.
Hozin menjelaskan, pihaknya telah menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga usai ditemukan.
“Saat ditemukan, korban mengalami luka pada pelipis mata hingga menghitam,” tandasnya.
Setelah dipulangkan, tetangga sudah berada di rumah korban untuk menyampaikan bela sungkawa.