Kisah Agen BRILink di Kangean: Dari Kios Kecil hingga Layani 60 Transaksi Tiap Hari

(Dok. Aspirasi.net) Salah seorang Agen BRILink di Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa Fauzi berada di depan bank mini miliknya.

Sumenep, Aspirasi.net — Sebuah kios sederhana di Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, menjadi tempat warga memenuhi berbagai kebutuhan transaksi keuangan.

Dari tempat usaha tersebut, Fauzi melayani rata-rata 50 hingga 60 transaksi setiap hari melalui layanan Agen BRILink.

Mulai dari tarik tunai, transfer antar rekening BRI maupun antarbank, hingga pembayaran berbagai tagihan, layanan yang diberikan Fauzi membantu masyarakat mendapatkan akses transaksi keuangan lebih dekat tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kantor bank.

Bagi masyarakat kepulauan, keberadaan layanan tersebut menjadi solusi praktis di tengah keterbatasan akses perbankan.

Kios Fauzi pun berkembang menjadi salah satu tempat yang diandalkan warga untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari.

Namun, perjalanan Fauzi hingga menjalankan usaha tersebut tidak berlangsung begitu saja. Sebelum menjadi Agen BRILink, ia pernah merantau ke Malaysia pada 2018 hingga 2020 untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Setelah kembali ke Pulau Kangean pada 2020, Fauzi mulai melihat peluang usaha dari kondisi masyarakat di daerahnya.

Ia mengamati banyak warga menggunakan layanan perbankan BRI, sementara jarak menuju kantor bank menjadi kendala tersendiri untuk melakukan transaksi.

“Saya melihat hampir 100 persen penduduk di sini adalah nasabah BRI yang membutuhkan layanan cepat tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk layanan perbankan. Saya pun memberanikan diri menjadi BRILink Agen pada tahun 2020,” ungkap Fauzi.

Berbekal pengamatan tersebut, Fauzi memutuskan membuka layanan Agen BRILink di kios miliknya. Pada awal merintis usaha, ia menghadapi tantangan untuk membangun kepercayaan masyarakat.

Sebagian warga masih ragu menggunakan layanan tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, kepercayaan masyarakat mulai tumbuh. Layanan yang mudah dijangkau serta upaya menjaga keamanan transaksi membuat kiosnya semakin dikenal warga.

Kini, Fauzi melayani berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha mikro, pedagang, pegawai, pelajar, hingga warga lanjut usia.

Mereka dapat melakukan transaksi keuangan tanpa harus menghabiskan waktu dan tenaga untuk bepergian ke lokasi layanan perbankan yang lebih jauh.

Setiap hari, Fauzi membuka layanan mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, ia rata-rata melayani 50 hingga 60 transaksi, menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang dekat dan mudah diakses.

Bagi Fauzi, menjadi Agen BRILink bukan hanya tentang memperoleh penghasilan. Ia juga merasakan kepuasan karena dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan transaksi keuangan di wilayah kepulauan.

Pengalaman menarik pernah dialaminya ketika tanpa sengaja memberikan kelebihan uang sebesar Rp10 juta kepada seorang nasabah.

Di tengah risiko kerugian yang cukup besar, nasabah tersebut justru kembali untuk mengembalikan uang yang diterimanya secara berlebih.

“Alhamdulillah nasabahnya jujur mau mengembalikan langsung ke saya, padahal saya tidak tahu uang saya terbayar lebih,” kenangnya.

Pengalaman itu menjadi pengingat bagi Fauzi tentang pentingnya kejujuran dan kepercayaan dalam menjalankan usaha. Hubungan baik dengan nasabah juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan layanan yang ia berikan.

Dari sisi ekonomi, usaha tersebut turut membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Penghasilan yang diperoleh dari transaksi nasabah kini dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun dapat membangun kehidupan di kampung halaman tanpa harus kembali bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri.

Fauzi mengaku dukungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) turut membantu perkembangan usahanya. Dukungan tersebut di antaranya berupa program branding tempat usaha dan pendampingan bagi Agen BRILink.

Dia juga merasakan kemudahan ketika harus melakukan transaksi langsung di kantor cabang.

Ke depan, Fauzi berharap fitur layanan Agen BRILink terus bertambah. Ia secara khusus berharap masyarakat dapat membayar pajak kendaraan bermotor dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) wilayah Jawa Timur melalui layanan tersebut.

Menurutnya, penambahan fitur itu akan semakin memudahkan masyarakat kepulauan dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan dan administrasi tanpa harus bepergian jauh.

Sementara itu, Branch Manager BRI Branch Office Sumenep, Ali Topan, mengatakan BRI terus meningkatkan peran dan komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui keberadaan Agen BRILink yang memberikan akses layanan perbankan kepada masyarakat, mulai dari wilayah perkotaan hingga pelosok desa dan kepulauan.

“Saat ini di Sumenep sendiri terdapat 895 BRILink Agen aktif yang tersebar di berbagai lokasi. Ini merupakan komitmen nyata BRI Sumenep dalam menghadirkan solusi keuangan yang efisien, terjangkau dan mudah diakses bagi semua masyarakat wilayah Sumenep,” ungkapnya.

Ali menegaskan, model bisnis berbasis kemitraan tersebut turut membangun ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan.

Melalui Agen BRILink, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi digital yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung di tingkat desa.

Kisah Fauzi memperlihatkan bagaimana sebuah kios kecil dapat memiliki peran penting bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Dengan melayani puluhan transaksi setiap hari, Agen BRILink di Desa Angkatan membantu mendekatkan layanan perbankan kepada warga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat di daerah.

Pos terkait