KEI Serahkan Dua Unit PLTD, Listrik untuk Pagerungan Besar Sumenep Nyala 24 Jam

(Dok. Aspirasi.net) Foto bersama usai Penandatanganan BAST SKK Migas dan Pemkab Sumenep, Senin (24/8/2026)

Surabaya, Aspirasi.net —  Kangean Energy Indonesia Ltd (KEI) menyerahkan dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas total 600 kVA kepada Pemkab Sumenep sebagai upaya memperkuat pasokan listrik bagi masyarakat Pulau Pagerungan Besar.

Kehadiran dua unit pembangkit tersebut diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan listrik hingga 24 jam bagi sekitar 2.000 Kepala Keluarga (KK) di pulau tersebut.

Penyerahan pengelolaan Satuan Pembangkit Diesel (SPD) atau PLTD berkapasitas 2 x 300 kVA itu dilakukan melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) atau CSR KEI. Selanjutnya, pengelolaan pembangkit diserahterimakan oleh Pemkab Sumenep kepada PT PLN (Persero). Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dilaksanakan di Surabaya, Senin (24/8/2026).

Langkah tersebut menegaskan komitmen KEI dalam mendukung pemerintah dan PLN menyediakan infrastruktur serta pasokan listrik bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Peran itu menjadi bagian dari kontribusi KEI dalam pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, di luar kewajiban utamanya sebagai kontraktor migas.

Kondisi geografis Kepulauan Sumenep yang relatif sulit dijangkau jaringan listrik utama menjadi salah satu tantangan dalam pemenuhan kebutuhan energi masyarakat. Melihat kondisi tersebut, KEI sejak awal tahun 2000-an telah berinisiatif menyalurkan pasokan listrik dari fasilitas operasionalnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pulau Pagerungan Besar.

Selama lebih dari dua dekade, masyarakat setempat telah memperoleh pasokan excess power dari fasilitas pengolahan migas KEI dengan kapasitas sekitar 200 kVA. Namun, seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, kapasitas tersebut tidak lagi mencukupi kebutuhan listrik.

Dengan tambahan dua unit PLTD masing-masing berkapasitas 300 kVA, total daya pembangkit yang tersedia mencapai 600 kVA. Kapasitas tersebut diproyeksikan meningkatkan daya listrik terpasang hingga sekitar 2,5 kali lipat dibandingkan pasokan sebelumnya.

Kepala Desa Pagerungan Besar, Yulandi Abd Rochim, mengatakan pasokan listrik dari fasilitas KEI selama ini telah memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat.

Menurutnya, tambahan pembangkit baru tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus membuka peluang bagi masyarakat mengembangkan aktivitas ekonomi.

“Penguatan pasokan listrik ini akan menggerakkan roda perekonomian lokal, khususnya UMKM pengolahan hasil laut seperti teripang dan perikanan, serta menunjang kualitas pendidikan anak-anak sekolah,” katanya.

Dengan dukungan pembangkit baru tersebut, sekitar 2.000 KK di Pulau Pagerungan Besar diharapkan dapat menikmati listrik selama 24 jam. Ketersediaan listrik yang lebih andal juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat, baik di sektor ekonomi, pendidikan maupun pelayanan publik.

Vice President KEI, Iman Santoso, menjelaskan bahwa dari sekitar 2.000 KK di Pulau Pagerungan Besar, program Kementerian ESDM telah memfasilitasi pemasangan kWh meter untuk lebih dari 1.600 rumah tangga.

Sementara itu, lebih dari 200 KK lainnya telah selesai menjalani survei dan akan segera mendapatkan pemasangan kWh meter susulan.

“Batas kapasitas dipasang rata-rata 900 VA per rumah tangga demi menjamin keadilan distribusi daya, lengkap dengan skema tarif subsidi PLN,” ujar Iman.

Menurut Iman, penyerahan pembangkit listrik tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam pelaksanaan komitmen KEI membantu pemerintah melakukan pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Ia menambahkan, kedua unit pembangkit telah siap beroperasi setelah melalui serangkaian pengujian kelaikan teknis dan proses sertifikasi yang didukung Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, SKK Migas, Pemkab Sumenep, dan PLN.

“Sejak awal tahun 2000-an atau selama lebih dari dua dekade, masyarakat di Pulau Pagerungan Besar sudah mengandalkan pasokan listrik dari KEI sebesar 200 kVA yang dialirkan dari fasilitas pabrik pengolahan (plant) operasional migas milik KEI,” kata Iman.

Ia menjelaskan, pasokan tersebut tidak lagi memadai seiring bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya aktivitas masyarakat. Karena itu, penambahan dua mesin diesel berkapasitas masing-masing 300 kVA menjadi upaya untuk meningkatkan keandalan dan kapasitas listrik di Pulau Pagerungan Besar.

Koordinator Perencanaan Listrik Pedesaan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Muhadi, mengapresiasi langkah KEI tersebut. Menurutnya, keterlibatan badan usaha dalam penyediaan tenaga listrik merupakan bentuk implementasi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, khususnya Pasal 4 ayat (2).

Muhadi mengatakan, inisiatif KEI turut membantu pemerintah mengejar target rasio elektrifikasi 100 persen. Hingga triwulan II 2026, rasio elektrifikasi PLN di Provinsi Jawa Timur telah mencapai 99,571 persen.

“Dengan tantangan utama tersisa di wilayah kepulauan Sumenep,” tegasnya.

Apresiasi juga disampaikan Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo. Ia menilai kepedulian KEI terhadap masyarakat tetap terjaga meskipun produksi gas dari Lapangan Pagerungan Besar telah mengalami penurunan alami atau natural decline.

Saat ini, cadangan produksi gas KEI di lapangan tersebut tersisa sekitar 4 MMSCFD. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen perusahaan untuk tetap memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Anggono Mahendrawan, menegaskan bahwa keberadaan kegiatan hulu migas harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah sekitar wilayah operasi.

“Dalam hal ini, tugas hulu migas adalah membantu menyediakan fondasi dasarnya. Pasokan listrik 24 jam ini merupakan dukungan langsung kami agar aktivitas harian warga berjalan lancar. Secara tidak langsung, ketersediaan daya ini diharapkan dapat menjadi stimulus awal untuk membuka peluang usaha lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara bertahap,” tegas Anggono.

 

Berlanjut ke Pagerungan Kecil

 

Kontribusi KEI dalam mendukung penyediaan listrik bagi masyarakat kepulauan Sumenep tidak berhenti di Pagerungan Besar.

Saat ini, KEI tengah memproses purchase order (PO) untuk pengadaan dua unit mesin diesel dengan kapasitas masing-masing 350 kVA atau total 700 kVA yang diperuntukkan bagi Pulau Pagerungan Kecil.

Fasilitas tersebut nantinya akan disinergikan dengan alokasi hibah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1 MW dari program Danantara, Pemkab Sumenep, dan PLN.

Sinergi pembangkit diesel dan energi surya tersebut diharapkan dapat membentuk sistem energi hibrida untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan di wilayah kepulauan.

Penandatanganan BAST penyerahan PLTD Pagerungan Besar turut dihadiri Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, Sekretaris Daerah Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), sejumlah OPD Pemkab Sumenep, Camat Sapeken, Kabag Hukum Ditjen Gatrik Kementerian ESDM, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Jawa Timur, serta Kepala Desa Pagerungan Besar.

Pos terkait