FPPLS Jadikan Pasar Lenteng Ruang Edukasi Spiritual Lewat Peringatan Maulidurrasul dan Tabligh Akbar

(Dok. Aspirasi.net) Pengasuh Ponpes Sabilul Muttaqin KH Moh Hodri berceramah pada Tabligh Akbar FPPLS di Pasar Lenteng, Selasa (18/8/2026).

Sumenep, Aspirasi.net — Forum Pedagang Pasar Lenteng Sumenep (FPPLS) menggelar Tabligh Akbar dalam rangka Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw di pasar setempat, Selasa (18/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut digelar untuk meneladani Nabi Muhammad Saw dan mempererat silaturahmi antarpedagang pasar setempat.

Maulid Akbar FPPLS tahun ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sekitar 2.000 jemaah yang berasal dari berbagai desa se-kecamatan setempat.

Hadir sebagai penceramah dalam pengajian ini KH Moh Hodri, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin.

Peringatan Maulidurrasul tahun ini dimulai dengan doa dan istigasah, pembacaan selawat bersama, pengajian hingga doa.

Ketua Panitia Tabligh Akbar Muhammad Yusuf menjelaskan bahwa Nabi Muhammad Saw tidak hanya dikenal sebagai penyampai risalah tuhan kepada manusia.

Menurutnya, Rasullah Saw juga masyhur sebagai pedagang yang sangat mengedepankan kejujuran, amanah dan beretika dalam bisnis.

“Melalui pengajian ini, kami ingin mengingatkan diri sendiri dan jemaah agar meneladani semua akhlak terpuji Nabi Muhammad Saw, terutama dalam berdagang atau berbisnis,” ungkapnya, Selasa (18/8/2026) malam.

Kata Yusuf, akhlak terpuji Rasulullah Saw akan selalu bermanfaat untuk diterapkan dalam segala aktivitas pedagang pasar yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Kejujuran dalam menimbang dan menentukan harga, menjaga kepercayaan pelanggan serta memberikan pelayanan yang baik menjadi bagian dari keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Pengajian ini, sambung Yusuf, menegaskan bahwa pasar juga menjadi wadah edukatif untuk membimbing rohani dan spiritual pedagang dan masyarakat.

“Selama ini pasar dipandang sebelah mata karena hanya tempat jual beli. Dengan pengajian ini, kami mau menunjukkan bahwa pasar juga menjadi tempat positif untuk memperbaiki semua tindak-tanduk masyarakat,” ujarnya.

Yusuf berharap pengajian ini dapat memperkuat silaturahmi antarpedagang, antarwarga dan antar pedagang dengan warga.

“Semoga semua yang telah disampaikan oleh mubaligh membekas di hati jemaah dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Pos terkait