SUMENEP, Aspirasi.net – Ketua DPRD Sumenep H. Zainal Arifin meminta para santri untuk melek digital dan terus meningkatkan penguasaan teknologi di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Dia menyampaikan imbauan tersebut sebagai refleksi penting dalam momentum Hari Santri Nasional (HSN) 2026 agar generasi muda pesantren siap menghadapi tantangan global.
Kendati demikian, Ketua DPRD Sumenep menegaskan bahwa kemampuan teknologi harus tetap diimbangi dengan berbagai hal.
Di antaranya penguatan spiritualitas, nilai-nilai keagamaan, akhlak mulia, serta pelestarian tradisi pesantren yang selama ini menjadi fondasi karakter santri.
Menurutnya, peringatan HSN 2026 merupakan waktu yang tepat bagi santri untuk memperkuat kapasitas diri.
Santri masa kini dituntut adaptif terhadap perubahan tanpa harus kehilangan jati diri mereka sebagai generasi agamis.
Zainal Arifin menilai, lompatan teknologi di era digital membuka peluang emas bagi kaum santri untuk berkontribusi lebih luas di berbagai sektor strategis, mulai dari modernisasi pendidikan, penguatan ekonomi digital, hingga percepatan pembangunan daerah.
Oleh karena itu, pembekalan ilmu pengetahuan umum dan keterampilan teknologi yang relevan menjadi hal wajib, agar santri mampu mengambil peran aktif dalam membawa kemajuan bagi masyarakat luas.
“Santri harus mampu menguasai teknologi. Jangan sampai tertinggal oleh perkembangan zaman, tetapi tetap berpegang teguh pada nilai agama, akhlak, dan tradisi pesantren,” tegasnya.





