Lewat Madura Ethnic Carnival, Wabup Sumenep Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya

Oplus_16908288

Sumenep, Aspirasi.net — Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan kreativitas masyarakat. Akan tetapi, juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Madura.

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim mengatakan MEC menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan beragam budaya Madura kepada masyarakat luas sekaligus memastikan warisan budaya tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

“Madura Ethnic Carnival ini adalah wadah pelestarian budaya, karena melalui kegiatannya ingin budaya Madura terus hidup, terkenal dan diwariskan kepada generasi penerus di tengah perkembangan zaman,” kata Imam Hasyim di sela-sela kegiatan MEC di Labang Mesem Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, Madura memiliki kekayaan budaya yang beragam, mulai dari pakaian adat, kesenian, tradisi, hingga berbagai bentuk ekspresi budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Karena itu, upaya pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda. Generasi penerus diharapkan tidak hanya mengenal budaya sebagai warisan masa lalu, tetapi turut mengambil peran dalam menjaga dan mengembangkannya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep mengapresiasi para peserta, pelaku seni, komunitas budaya, serta masyarakat yang berpartisipasi dalam MEC dengan menampilkan berbagai kreativitas berbasis budaya.

“Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi pelaku dalam menjaga dan mengembangkan budaya, dengan harapan warisan budaya kita tidak hanya menjadi sejarah, tetapi tetap hidup dan berkembang,” tandasnya.

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, MEC juga diharapkan menjadi ruang promosi potensi daerah. Kegiatan tersebut dapat menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Madura kepada khalayak yang lebih luas.

Imam menyampaikan, Pemkab Sumenep terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas, seniman, dan pelaku ekonomi kreatif dalam berbagai kegiatan seni dan budaya. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pelestarian budaya sekaligus membuka ruang kreativitas bagi masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga budaya bersama-sama. Jadikan budaya sebagai identitas, kebanggaan dan kekuatan untuk membangun daerah,” pungkasnya.

Pos terkait