Sekda Sumenep Minta ASN Berani Berinovasi: Tinggalkan Pola Kerja Monoton!

(Dok. Aspirasi.net) Sekda Sumenep Agus Dwi Saputra (Di tengah) melakukan kunjungan ke Kantor Diskominfo Sumenep beberapa waktu lalu.

Sumenep, Aspirasi.net — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) berani meninggalkan pola kerja yang monoton dan tidak hanya terpaku pada rutinitas dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Menurutnya, aparatur harus terus mengembangkan inovasi agar mampu menghadapi perkembangan teknologi serta menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

Hal tersebut disampaikan Agus saat melakukan kunjungan ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep.

Ia menegaskan, kualitas penyelenggaraan pemerintahan sangat dipengaruhi oleh sikap, kedisiplinan, dan kinerja aparatur. Karena itu, ASN tidak cukup hanya hadir dan menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi juga harus mampu menunjukkan tanggung jawab serta memberikan hasil kerja yang berdampak terhadap pelayanan masyarakat.

“Lebih dari itu, kedisiplinan harus tercermin melalui kesungguhan dalam menyelesaikan pekerjaan, pencapaian target, serta tanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan,” kata Agus.

Menurut Agus, setiap pimpinan perangkat daerah memiliki peran penting dalam membangun budaya kerja yang produktif. Pembinaan terhadap ASN harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek kedisiplinan, tetapi juga peningkatan kualitas pekerjaan, tanggung jawab dan kepatuhan terhadap aturan.

“Disiplin bukan hanya soal kehadiran, tetapi juga bagaimana ASN melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Agus meminta aparatur tidak terjebak dalam pola kerja yang sekadar mengulang rutinitas. Perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat menuntut ASN untuk mampu beradaptasi, berpikir kreatif, serta menghadirkan solusi baru dalam menyelesaikan persoalan pemerintahan.

Ia menilai inovasi tidak selalu harus diwujudkan melalui program besar atau penggunaan teknologi yang kompleks. Perubahan sederhana yang mampu membuat pekerjaan lebih efektif dan pelayanan lebih mudah diakses masyarakat juga merupakan bentuk inovasi.

“Penyederhanaan pelayanan, pemanfaatan teknologi informasi, hingga penguatan koordinasi antarperangkat daerah juga dapat menjadi bentuk inovasi,” jelasnya.

Agus berharap budaya inovasi dapat tumbuh di seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Dengan demikian, ASN tidak hanya bekerja untuk menyelesaikan rutinitas, tetapi juga aktif mencari cara baru agar penyelenggaraan pemerintahan semakin efektif dan pelayanan publik semakin responsif.

“Kami harap budaya inovasi tumbuh di setiap perangkat daerah sehingga pekerjaan pemerintahan lebih efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin cepat serta responsif,” ucapnya.

Meski mendorong keberanian berinovasi, Agus mengingatkan agar setiap gagasan baru tetap berada dalam koridor aturan. Inovasi juga harus memperhatikan efektivitas penggunaan anggaran dan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, inovasi tidak boleh berhenti sebatas gagasan atau sekadar menunjukkan adanya perubahan. Setiap inovasi harus menghasilkan manfaat nyata bagi pemerintah maupun masyarakat sebagai penerima layanan publik.

“Setiap inovasi harus tetap memperhatikan aturan, efektivitas anggaran, dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, inovasi tidak berhenti sebatas gagasan, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik,” tandasnya.

Pos terkait